Bye Alpha, Welcome Sigma!

Sudah 3 minggu saya melakukan perjalanan keluar kota setiap harinya. Bukan jalan-jalan, bukan! Tapi rute baru ke kantorlah yang memaksa saya pulang pergi dari Jakarta ke kota lainnya. Kalo biasanya cukup ojek dan/atau metromini saja, sekarang sayapun harus naek ojek (cinta) dan bus antar kota. Capek? Emm.. gak jugak, secara luar kotanya cukup di Bintaro - Tangerang saja, dan busnya cukup Trans Bintaro yang kursinya empuk dan ber-AC itu, gegegege…

Yap, sudah 3 minggu ini saya pindah ladang berlian. Setelah 9 bulan ditempa secara mental dan materi, semoga di tempat baru ini saya bisa bekerja; menunaikan kewajiban dengan tenang, ikhlas, gak mangkel, dan mendapatkan hak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Tidak seperti ladang sebelumnya, aminn…

Bicara soal ladang lama, saya dapet pengalaman di PHK! Iya, PHK yang itu, Pemutusan Hubungan Kerja, mau yang mana lagi… Rasanya? Lega di awal, bingung di belakang hahahah… Lega karena berakhir sudah urusan saya dengan ladang yang tak hentinya membuat saya stress karena ketidakjelasannya. Bingung karena gak tau harus hidup dengan uang apa kalo saya jobless .

Alhamdulillah, Tuhan masih cinta sama saya. Dua job yang sudah saya tolak sebelumnya, masih bersedia menampung saya sehabis lebaran. Sebenernya, kedua job itu dulu saya tolak karena belum deal masalah salary sih… tapi kalo dah kondisinya gini, daripada gak ada penghasilan yaa… saya pikir-pikir lagi. Masih bingung memilih salah satu dari keduanya, sayapun mudik ke Malang nyari pangsit, eh wangsit maksudnya . Baru 2 hari 1 malam di Malang, eehh… tak disangka tak diduga tak dinyana, ada panggilan dari tempat yang sudah duluuuu banget saya apply lamaran. Dan untungnya lagi, beliau disana mau menunggu sampe habis lebaran untuk test. Alhamdulillah, gak hentinya saya mengucap alhamdulillah… 

Tapi… masalah belum selesai disitu saja. Interview ditunda menjadi tanggal 28 September jam 9 pagi, sementara saya belum megang tiket balik ke Jakarta sama sekali . Sebenernya si ndut sih dah nawarin tiket Sembrani tgl 27, tapi kan gak keburu jugak kalo sampe di Gambir tanggal 28 pagi. Mo naek bus, takut macet… secara tgl 26 kan pas tinggi-tingginya arus balik. Jadilah hunting tiket kereta untuk tgl 26, mule dari Gajayana - Bangunkarta - Sembrani - Bima - Anggrek semuanya… tapi udah pada sold out sampe tanggal 3…  Gilak! Akhirnya saya pun pasrah pulang tgl 27, kalo seumpama jam interview bisa diundur agak siang yawes alhamdulillah, kalo gak ya mungkin belum rejeki.

Selang beberapa hari, ada tetangga ke rumah nawarin tiket Gajayana tgl 26 milik anaknya. Katanya sih dijual soalnya si anak harus balik tgl 25. Dan lagi-lagi Tuhan masih sayang sama saya, sekali lagi saya diberi kemudahan, alhamdulillah… Jadilah saya bisa datengin interviewnya tepat waktu. Dan Alhamdulillah lagi, saya diterima dalam proses yang cukup singkat. Gimana enggak, interview tgl 28 September mulai dari psikotest, wawancara HRD, wawancara user, dan nego gaji semuanya berlangsung dari jam 9 pagi sampe setengah 12 siang. Dan saya dihubungi lagi tgl 30 September, dengan memberikan kabar gembira bahwa saya diterima dan mulai masuk tgl 1 Oktober, besok! Alhamdulillah…

Semoga saja di ladang baru ini, saya mendapat rejeki yang barokah dan bisa krasan sampe nanti. Dan semoga temen temen mantan team Alpha juga mendapat tempat baru yang lebih baik. Amin…

Popularity: 14% [?]

Perkedel Kornet ala Shelila

Akhirnya kentang yang dah nongkrong di kulkas dari bulan puasa sempet saya olah juga kemaren. Berhubung ada corned beef jugak, jadilah tuh kentang saya jadiin perkedel.

Rasanya yummy pemirsa, bisa dibuktikan dengan komentar dari MJ dan Moenipu yang ngabisin perkedel saya, gyahahah….
Nih saya share resep andalan Perkedel Kornet ala shelila ;)

Bahan :
- 5 buah kentang ukuran besar
- 1/3 kaleng Corned Beef (saya pakai merk Pronas)
- 1 butir telur

Bumbu :
- 5 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- daun seledri secukupnya
- lada secukupnya
- garam secukupnya
- minyak goreng secukupnya

Cara Membuat :

  • Kupas bersih kentang, lalu iris dadu 2×2 cm
  • Goreng kentang hingga setengah matang, angkat dan tiriskan
  • Tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu
  • Haluskan kentang, bawang merah, bawang putih, garam dan lada
  • Iris tipis seledri
  • Masukkan irisan seledri dan corned beef ke dalam adonan, ratakan.
  • Bentuk adonan menjadi bulat pipih, ukuran sesuai selera
  • Lumuri adonan dengan telur yang sudah dikocok, lalu goreng di atas api kecil
  • Tunggu hingga kecoklatan, angkat dan tiriskan

Popularity: 17% [?]

Curhat #1 : Friends

I love my life.
With uncountable blessing.
Happiness. Sadness. Laugh. Cry.
I just love it all.

Since I lived in here, in Jakarta; I’m very thankful to have all of my bestfriends.
Not to mention that my parents have not take apart in my life (again) when I was far away from home, but the percentages is lower than my friends :P

Spending almost my time with them, I have learn.
That we are different person, with different point of view about anything, with different way to face problems, with different strenght to stand still, and many other differences.

But the important thing is, I loves them. To have them is priceless.
I just love the way they are, and I hope they love me just the way I am.
Oh God, I think my ‘lebayness’ was to the max when I wrote this hahaha…
Seriously, I’m very thankful.

As human being, I also did something wrong. And maybe hurts the other.
And I feels sorry about that, its your right to consider me as a friend or not.
But for me, there is no ex-friend.

Honestly, I hate being ignored, and I hate to be hated.
But I have learn from my friend who constantly ignored me.
She makes me think that ‘who am I that deserved to be loved with (her) everyone?’.
I’m not perfect,
and being disliked with the other is normal (when you have another who liked you).

You know what? Its really hard for me.
Hard to accept that someone out there really hate me deep inside her heart!
Please just kick me or punch me or maybe slap me.
I’m not disposable thing that able to be disappeared.

And now, I’m trying hard to face that i failed.
Yes, I failed. Failed to keep my best adventurer partner.

*sounds like confession (ya iyalah, namanya jugak curhat)*

Popularity: 15% [?]

Resep Praktis Santap Sahur ala Shelila

Berhubung jauh dari keluarga plus males keluar nyarik makan waktu sahur, tahun ini saya sempetin masak sendiri aja. Lumayanlah buat berhemat. Karena minimnya peralatan masak saya, yawda ni resep hanya berkutat dengan menggunakan teflon dan magicom andalan saja!

So far, masih gak ada masalah keracunan, mual-mual ataupun diare dari saya maupun si ndut; customer setia saya hehe.. Jadi sudah terujilah yaa…
Berikut beberapa resep andalan untuk menu santap sahur yang praktis ala shelila ;)

SAYUR PELANGI

Bahan :
- 1 buah Sayur Oyong/Gambas, kupas kulitnya dan iris
- 3 batang Wortel, iris korek
- 1 tongkol Jagung, potong dengan tebal 4cm
- 3 gelas air

Bumbu :
- 4 siung bawang merah, iris halus
- 2 siung bawang putih, iris halus
- 1 buah tomat, iris dadu
- gula dan garam secukupnya
- penyedap rasa

Cara Membuat :

  • Didihkan air, lalu masukkan wortel dan jagung.
  • Setelah setengah matang, masukkan semua bumbu dan sayur oyong
  • Tunggu sampai matang, lalu angkat

*namanya hasil karangan sendiri, karena sayurnya berwarna merah-kuning-hijau kek pelangi xixixi*

TAHU TELOR SAMBAL KECAP

Bahan :
- 1 kotak tahu putih, iris dadu
- 2 butir telur

Bumbu :
- 5 butir bawang merah, iris halus
- 5 buah cabe rawit
- Kecap manis secukupnya
- Garam secukupnya
- Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat

  • Kocok telur hingga berbusa
  • Masukkan tahu ke dalam adonan telur, campur hingga merata
  • Goreng adonan telur+tahu tadi dengan sedikit minyak goreng
  • Tumis bawang merah dan cabe rawit hingga harum
  • Haluskan bawang merah+cabe rawit tadi dan tambahkan kecap manis
  • Masukkan gorengan telur+tahu tadi, aduk rata

BAKSO KUAH BAWANG

Bahan :
- 1 bungkus Baso Kuah (biasanya saya pakek yang merk FarmHouse atau So Good)
- 1 bungkus Baso Goreng (kalo yang ini pakek So Good)
- 2 gelas air
- 2 siung bawang putih, sangrai
- 2 sdt minyak sayur (biasanya nyomot dari mie instant)
- gula dan garam secukupnya
- minyak goreng secukupnya

Cara Membuat :

  • Didihkan air, lalu masukkan baso kuah yang sudah di iris silang
  • Masukkan bumbu instant, bawang putih sangrai, gula dan garam secukupnya
  • Diamkan kurleb 10 menit, lalu angkat
  • Panaskan minyak goreng
  • Masukkan baso goreng setelah di iris silang
  • Goreng sampe berwarna kecoklatan
  • Baso kuah dan goreng siap disantap

Selamat mencoba ya…
Besok insyaAllah akan saya share lagi resep andalan saya yang laen, don’t miss it!
Dan selamat menunaikan ibadah puasa semuanya.. ;)

Popularity: 19% [?]

Goes to Curug Nangka

Sabtu kemaren (16 Agustus 2009), akhirnya saya jalan jugak ke Bogor. Berkat ajakan maen si Budai untuk menghabiskan long wiken menyambut HUT RI jadilah saya, Budai, Akid, Blonk dan Adit berangkat. Sebenernya sudah dari kapantau saya pengen maen ke Curug Nangka. Kenapa? Karena belum pernah kesana *halah!*; lho! tapi emang beneran belum pernah kesana, disamping itu jugak lokasinya deket *ngirit ongkos*, angkotnya mudah dan sekali dayung beberapa curug terlampaui *grin*.

Jumat malemnya, saya sempet SMS ke Budai dan Blonk ngajakin ketemuan di St. Tebet jam 6 pas gak pakek telat dengan harapan nyampe Bogor masih gak terlalu panas. Lha koq tak diduga tak dinyana, saya kesiangaaannn… jam 07.19 baru bangun, langsung cek henpon, hiyaaa… dah bwanyak banget SMS plus misscalled dari Blonk, Budai dan Akid. Gawat-gawat-gawaatt… langsung ngetok kamar Akid buat ngajakin cepet siap-siap. Balik ke kamar SMS si Blonk duluw, bilang kalo kesiangan dan segera meluncur. Mandi dah kayak orang linglung, sambil herman binti bingung koq bisa gak denger sama sekali alarm, sms plus telpon yang udah di set volume maksimal malemnya. Selese mandi, masukin barang bawaan ke tas, kunci pintu, kabur ke kamar si ndut langsung nglempar kunci dan pamitan ala kadarnya (sampe bingung juga dia dipamitin hahaha..).

Jam 8 kurang dikit, sampelah saya dan Akid di St. Tebet dan langsung beli tiket KA ekonomi jurusan Bogor. Sambil menyiapkan mental dihajar habis-habisan sama Blonk dan Adit yang sedari jam 6 dah dengan sabarnya nungguin di St. Tebet, masuklah saya dan Akid ke dalem. Dah ndhredheg sayanya merasa kalo emang salah, eehhh… lha koq mereka berdua cuman geleng-geleng kepala sambil mrengess fyuuuhh.. Selama 2 jam nunggu katanya dah sempet sarapan sampe pup jugak, teros tidur di bangku stasiun hahahaha… Jam 08.30 kereta dateng, Budai nyusul naek dari St. Pasar Minggu. Dan dimulailah petualangan kami berlima :D.

Read more

Popularity: 30% [?]